Sejarah yang tak terungkap dibalik Perang Dunia Kedua

Dec 16,2019
Judul : MIDWAY
Sutradara : Roland Emmerich
Tanggal rilis : 8 november 2019 (indonesia)
Durasi : 138 menit
Pemeran : Patrick Wilson, Woody harrelson, Nick Jonas, Luke Evans
Rating : 7/10

Sejarah Awal
Pada 7 Desember 1941, tepat hari ini 77 tahun silam, angkatan laut Kekaisaran Jepang melancarkan serangan mendadak ke pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbor, Teritori Hawaii. Serangan ini adalah peristiwa kunci dalam sejarah Perang Dunia II. Otoritas dan warga sipil AS sebenarnya telah menduga perang akan terjadi. Hubungan kedua negara sudah tegang sejak 1920-an. Jepang menjadi perhatian AS akibat ekspansi wilayah ke Cina daratan. AS, yang takut kepentingannya terganggu, menekan balik dengan menghentikan ekspor minyak serta memindahkan pangkalan militer udara dari San Diego ke Hawaii. Jepang ketar-ketir karena pada awal 1940 punya rencana untuk melakukan aksi pencaplokan teritori ke Asia Tenggara, yang menjadi daerah kekuasaan Inggris, Belanda, dan AS. Untuk mencegah intervensi AS, mereka melakukan serangan lebih dulu, langsung ke jantung pertahanannya di tengah Samudra Pasifik. Catatan Robin Higham dan Stephen J. Harris dalam Why Air Forces Fail: The Anatomy of Defeat (2006) menyebut serangan terjadi pada pukul 07.48 pagi waktu setempat. Enam kapal perang Jepang mengangkut 353 pesawat tempur jenis petarung maupun pembom dalam dua gelombang. Total 188 pesawat tempur AS hancur. Delapan kapal perang AS juga rusak, empat lainnya tenggelam ke dasar laut. Pasukan Jepang juga menghancurkan tiga kapal penjelajah, tiga kapal penyerbu, satu kapal latihan pesawat tempur, dan satu kapal pembom. Kerugian yang dialami Jepang lebih ringan, yaitu 29 pesawat dan lima kapal selam kecil hancur atau hilang. Dari segi korban jiwa, Jepang juga jauh lebih sedikit: 64 prajurit meninggal, sementara satu pelaut bernama Kazuo Sakamaki tertangkap. Di sisi seberang, AS kehilangan 2.403 prajurit, sementara 1.178 lainnya luka-luka.

Plot
Film dengan genre history ini mengisahkan bentrokan antara armada Amerika dan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Meskipun film ini menggambarkan keadaan saat perang dunia II, namun film ini telah dimodifikasi layaknya gaya modern saat ini. Sehingga film ini tak sepenuhnya historis tetapi terdapat tujuan entertaining di dalamnya. Film yang disutradarai oleh Roland Emmerich ini berpusat pada Pertempuran Midway, bentrokan antara armada Amerika dan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang yang menandai titik balik penting di Teater Pasifik selama Perang Dunia II.

Central Question
Serangan yang dilakukan oleh jepang telah membuat militer AS terutama angkatan laut yang ada di pearl Harbour melemah hal ini harus mendorong Amerika untuk membagun pertahanan agar hal ini tidak terjadi kembali. Diawali oleh cerita sisa sisa prajurit yang bertahan setelah serangan dan cara menyusun kembali kekuatan dari sisa – sisa yang ada

Rising Tension
Kisah ini diawali dengan pertemuan intelejen Amerika Serikat, Edwin T. Layton (Patrick Wilson) yang bertemu dengan Laksamana Isaroku Yamamoto (Etsushi Toyokawa). Saat itu Layton menginggung isu tentang Jepang yang tidak bisa mengalahkan AS. Namun Laksamana Yamamoto menyinggung tentang embargo inyak bumi yang dilakukan AS pada Jepang dan menyatakan bahwa sebaiknya AS berlaku baik kepada Jepang. Mendengar perkataan Laksamana Yamamoto, T. Layton mengatakan bahwa didunia ini tidak ada yang menyukai perang. Kemudian diakhir tahun 1941 hingga pertengahan 1942. Pangkalan militer AL AS di Pearl Harbour diserang oleh Jepang. Hal ini yang telah diprediksi oleh pihak intel Amerika yaitu Edwin Layton (Patrick Wilson) namun informasi ini diragukan oleh perwira tinggi AL sehingga kejadian itupun terjadi dan menimbulkan banyak korban pada insiden penyerangan di Harbour. Atas insiden yang terjadi, agar tidak terulang kembali, Amerika mulai menyusun strategi untuk menjebak Jepang dan begitu sebaliknya. Adapun Amerika mulai membenahi pertahanan lautnya, yaitu dengan mengganti sejumlah pemimpin salah satunya pada USS Enterprise yang dipimpin Laksamana Muda William “Bull” Halsey (Dennis Quaid) .
Di kapal induk Amerika ini, sejumlah penerbang tangguh mulai dipersiapkan untuk berperang melawan Jepang. Dimulai dari Dick Best (Ed Skrein), Wade McClusky (Luke Evans), Eugene Lindsay (Darren Criss) hingga teknisi terbang Bruno Gaido (Nick Jonas). Tim inilah yang memiliki kendali penting dalam penyerangan Jepang yang terjadi di Midway pada Juni 1942 di bawah komando Laksamana Chester Nimitz (Woody Harrelson).. Selain Amerika, Jepang juga bersiap untuk menguasai pulau - pulau kecil di kawasan pasifik, dan merasa Amerika dirasa tak memiliki kekuatan lagi setelah insiden Harbour. Setelah menjajah Tiongkok, Jepang bersiap menguasai beberapa lokasi yang menjadi basis pertahanan Amerika. Dua tokoh kunci militer Jepang dalam peperangan tersebut adalah, Laksamana Muda Chūichi Nagumo (Jun Kunimura) dan Laksamana Isoroku Yamamoto (Etsushi Toyokawa). Setelah insiden Harbour terjadi, Yamamoto menjadi sadar bahwa serangan itu telah memprovokasi AS. Dia bertemu dengan Laksamana Muda Tamon Yamaguchi (Tadanobu Asano), setelah berharap bahwa Wakil Laksamana Chuichi Nagumo (Jun Kunimara) akan menghancurkan kapal-kapal tanker minyak AS, tetapi mereka bersiap pada langkah mereka selanjutnya, yaitu mengejar maskapai penerbangan AS. Disisi lain setelah komandan Armada Pasifik AS yang baru yaitu Laksamana Chester Nimitz (Woody Harrelson) bertemu Layton, mereka membahas kegagalan yang terakhir dan menyiapkan serangan baru yang dimulai dengan mengirim mereka untuk menyerang Kepulauan Marshall. Pasukan McClusky terbang ke Kepulauan, sementara pasukan William "Bull" Halsey (Dennis Quaid) membawa Jepang dari laut. Lalu, Letnan Kolonel James Doolittle (Aaron Eckhart) tiba ketika orang-orang itu menuju ke Jepang untuk memberikan pesawat pembom dengan maksud menyerang Tokyo. Mereka memulai serangan udara mereka di seluruh Jepang. Doolittle berakhir di wilayah pendudukan Jepang di Cina. Pesawat-pesawat Jepang menembaki desa tempat Doolittle berada, menewaskan sejumlah warga sipil. Kemudian Layton memberi tahu Nimitz bahwa analis crypt Joseph Rochefort (Brennan Brown) telah menerima pesan yang mengindikasikan bahwa Jepang bergerak ke arah Laut Koral, menargetkan sesuatu yang disebut "AF". Layton berpikir "AF" adalah kode untuk Midway, dan mereka berencana untuk menyerang di sana dalam beberapa minggu.

klimaks
Menurut saya adegan yang menjadi puncak dari konfli ini adalah ketika peswat yang dikendarai ‘Dick’ Best dan Murray memutuskan untuk mendekat ke kapal induk Jepang untuk menjatuhkan bom. Disana mereka benar-benar harus bertaruh nyawa karena mereka bisa saja terkena ledakan bom tersebut.

Resolution
Setelah mendapat serangan pertama kali dari Jepang tepatnya pada Pearl Harbour , Amerika menyiapkan strategi untuk melakukan serangan balik diantarnya adalah memperkuat angkatan militer dan pertahanannya, Tak hanya Amerika Jepang pun juga menyiapkan hal serupa meski sudah membuat Amerika sedikit kualahan pada serangan pertama.

Symbol
Sebuah sikap patriotisme yang dihadirkan dalam film adalah hal yang menonjol. Prajurit prajurit yang tersisa tetap menunjukan kesetiaan nya pada negara, meskipun mereka berada dalam posisi terpuruk, bahkan mereka mulai dari terjebak didalam kapal yang hancur, mereka berusaha meloloskan diri hhingga mengambil keputusan saat akan melakukan pengeboman dengan jarak yang sangat berbahaya sekalipun.

Universal Truth

Terkadang kebenaran dan kedamaian hanyalah sebuah hal yang samar dan selalu dicari bahkan berakibat buruk di akhir sekalipun, mengapa harus mencari jika kita bisa mnejadi?

secaea garis besar saya menyukai film ini karena telah mengangkat cerita atau sejarah yang ada namun tidak pernah kita ketahui sebelumnya, tidak kita pelajari dalam buku sejarah namun tetap ada hikmah yang baik didalamnya. namun secara story telling film ini kurang karena saya lebih tertarik mendengar papa saya yang seorang guru sejarah mendongeng daripada melihat film ini. film ini saya nilai 7 karenga CGI yang mumpuni yang mungkin bisa menutup kekurangan dalam stolry tellingnya.